Pohon Uang dan Juang Mereka
Teringat akan pagi di pasar, tentang apa yang mereka cari setiap hari. Perkara harta? Atau salah satunya uang? Ya, uang ialah alat tukar yang sah berupa selembar kertas berisi nominal. Mereka bermacam-macam. Ada yang berwarna coklat, merah jambu, biru, hijau dan lain-lain. Meski secara bahan dasar kurang lebih sama, mereka diperlakukan berbeda-beda. Ada yang dilipat hingga lecek di dalam saku, ada yang disimpan rapi dalam dompet. Ada yang keluar masuk kotak amal, ada yang berlalu-lalang di meja judi. Perkara nasib. Siapa yang bisa lari darinya? Nasib baik bagi mereka yang dengan hadirnya membawa kebahagiaan. Namun tak jarang, dengan hadirnya mereka malah memperkeruh keadaan. Apakah engkau pernah bertemu orang-orang yang tidak terlalu mengharapkan hadirnya? Mereka yang telah tahu bahwa kehadiran harta bukan jaminan kedamaian dan ketentraman yang mereka cari. Justru mereka yang memiliki lebih, seringkali dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan.
Kemudian, apa bedanya dengan sehelai daun ini? Jika di hutan, tanpa jamah tangan manusia, mereka pada akhirnya akan tua dan gugur. Kemudian zatnya teruraikan oleh makhluk kecil atau didera keadaan dan berakhir menjadi senyawa asam yang menjadi makanan untuk tanaman. Kenapa bukan ini yang kita jadikan harta yang disimpan di dompet-dompet? Toh, mereka pada saatnya akan hilang ketika telah saatnya tiba. Menjadi hal yang lebih berguna. Sementara uang hanya dapat memiliki nilai tat kala masih dalam susunan yang utuh. Kadang robek sedikit saja bisa menjadi alasan tidak diterimanya sebagai nilai tukar. Daun yang gugur tersebut kemudian bisa dibayarkan ke alam. Dengan cara mengumpulkan dan menjadikannya sebagai zat penyubur tanah. Tinggal kasih saja nominal dan jadilah ia sebagai nilai mata uang. Jika kurang valid untuk digunakan, dapat dibubuhi stempel berupa kecul tulus dari yang merawat. Ah, bicara apa barusan.
Sementara aku hanya bisa merenungi segala peristiwa. Mengumpulkan ayat-ayat semesta dalam rangkuman jiwa. Jiwa-jiwa yang terabaikan, menjadi sebuah oase penyegar di balik getir panas matahari dunia.

Komentar
Posting Komentar