Bulan Merah Jambu Tidak Luruh di Kotamu
Tidak ada bulan merah jambu. Karena setiap yang luruh pada kota hanyalah keringat, debu dan beberapa air mata. Malalui langkah sepi di setiap gang yang menawarkan angka, angka dan angka. Uang, uang dan uang. Melewati angin bercampur asap kenalpot dan bau parfum salesman dan spg di sepanjang komplek pertokoan. Kadang angin menabur daun yang kenyang akan konsumsi karbon sepanjang hari dan kering ketika kemarau menjelang. Pencarian bayang-bayang ketika itu, melalui pamflet dan poster majalah Gadis era 90an.
Sisi ruang batin yang hampa menanti cahaya kesadaran dari ufuk timur, rindukan pencerahan nurani yang nyata. Tercipta kesedihan mejikuhibiniu memenuhi relung jiwa. Mewujudkan keinginan yang tak pernah terwujud seperti halnya menabuh kesunyian di tengah kemacetan pola pikir manusia. Hingga pada akhirnya yang tersisa hanyalah transisi atau perpindahan meski sukar atau karena berbagai hal yang tidak bisa dijelaskan.
"Lelah"
Ketika raga dan jiwa tak sanggup menopang segala nelangsa, maka temuilah tepi untuk sejenak berdamai dengan berbagai konflik. Kehidupan yang babak belur dihajar realita yang keras, menemukan jelaga untuk pembasuhan diri. Sampanmu telah menemukan tepi yang tepat.
Proses terciptanya kesedihan dari sekian banyak Tuhan melamunkan ide-ide cemerlang dalam menciptakan rasa. Cemas menjadi hampa, takut menjadi hampa dan sedih itu sendiri menjadi hampa. Meski demikian, Tuhan tak pernah bingung mendengar berbagai keinginan hambaNya.
Kesungguhan dalam keakuan yang pada akhirnya hanyalah mengaku-ngaku sebagai aku, juga berbagai sampah di atas telaga nirmala yang dikotori oleh sumpah dan janji.
Mengingat ingatan merupakan hal yang sukar dikemukakan oleh seorang yang pelupa. Namun, acap kali orang lebih mudah mengenang ketimbang mengingat. Hal tersebut timbul di atas berkat-berkat tahlil 7 hari, 40 hari, 100 hari hingga 1000 hari. Mengenang identik dengan kehilangan karena sejatinya manusia tidak memiliki apa-apa. Sejatinya tidak ada yang sejati. Menggapai bayang-bayang seperti mengikuti layang-layang putus sendirian. Sendirii~
Komentar
Posting Komentar