Siapa yang Merdeka?
Agustus menyapa dengan jargon-jargon khas ala tujubelasan. Orang-orang ramai berbicara tentang kemerdekaan. Nasi kemerdekaan itu dimakan menjadi tau oleh Widji. Tidak pernah kau ketahui rasanya menikmati kemerdekaan tanpa cinta kata rendra. Kemerdekaan menawarkan diskon-diskon belanja di keranjangmu. Kemerdekaan menipumu untuk memasang merah putih dan lalu kau biarkan begitu saja. Kemerdekaan mengajakmu untuk dirumah saja menunggu badai mereda kemudian mati karena kelaparan. Aku berbicara pada barisan sarjana yang mengacungkan diri dihadapan kapital liberal yang individualis dan berharap hidup lebih layak. Aku bicara pada setiap kepala yang menggantungkan diri di jalanan. Kepada setiap kerikil yang terpontang-panting digilas ban-ban kendaraan. Kepada setiap panas yang mengucurkan keringat pak tua pengayuh becak. Kepada diskon kemerdekaan, bonus kemerdekaan, promo spesial kemerdekaan, kemerdekaan-kemerdekaan- kemerdekaan, siapa yang mencarinya dibawah laci ketika ketok ...