Sajak Kritis dalam Krisis | Aksi Kamisan Kediri ke 56

Dan kini
Setelah beberapa kali rezim berganti
Riuh redam semarak pesta yang katanya demokrasi
Berulang kali terdengar omong kosong dan janji-janji
Berakhir menjadi bualan dalam laci pemimpin negeri

Setengah abad lebih umur Indonesia
Menuju seabad arah pembangunan kian tak tertata
Melenceng jauh dari cita-cita pendahulu bangsa
Alih-alih menjadi beban hidup rakyatnya

Alur demokrasi kian semrawut
Sementara rakyat dipaksa menjadi domba penurut
Di setiap sudut gerakan dibuat takut
Oleh para anjing pemerintahan yang bersujud pada uang dan isi kancut

Disana Supriyadi menunjuk kita
Isyaratkan khianat janji tak boleh dibiarkan begitu saja
Bahwa wujud bela tanah air tidak hanya angkat senjata lawan penjajah
Bukan pula sekedar teriakan jargona harga mati Indonesia
Melainkan memulai pemberontakan pada sistem oligarki yang kian hari kian meraja

Nampak merah gereja kian memudar
Diwarna berkali-kali hanya buang anggaran
Karena merah pada nyali telah mati
Dirajam ketakutan pada hukum yang berpihak pada oligarki

Lihatlah negeriku
Lihatlah bangsaku
Korupsi tumbuh subur lebih subur dari padi di desaku
Pengadilan yang harusnya menegakan keadilan tak kunjung berikan keadilan untuk korban semanggi hingga reformasi dikorupsi
Omnibus Law wujud tameng hukum para korporat dan investor asing untuk memupuk kekayaan yang kian hari kian menjadi
Sementara kami kaum muda dicetak menjadi alat-alat borjuasi dengan upah minimum dihantui PHK tak kenal momentum

Belum selesai disitu
Bonus demografi menggema tetapi kualitas pendidikan jalan di tempat
Perekonomian negara hitung-hitungan orang tua terpelajar tak relevan dengan ketimpangan sosial di negeri tercinta
Yang kaya makin berjaya yang miskin makin sengsara
Sementara polisi sibuk mencari penyebar berita palsu sementara penyebarnya duduk manis di istana yang disakralkannya

Rezim silih berganti , teknologi semakin canggih
Namun penyakit tuli masih belum sembuh dari teli tirani
Bumi makin panas, hutang mustahil untuk lunas
Kebijakan impor beras kala panen raya menjadi bukti jelas
Bahwa pemerintah benar-benar tidak waras

Lalu
Mau berapa periode lagi untuk wujudkan kesejahteraan rezim?
Mau berapa tahun lagi untuk menguras habis sumber daya negeri?
Mau berapa presiden lagu untuk luruskan sejarah dan adili tiap pelanggar HAM di negeri ini?

Kamis, 21 Oktober 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Parade Kematian 2021

Duel Pecel Tumpang vs Pecel Lele! Fafifest Gemparkan Permusikan Kediri

Merchant PERTANIAN HARI INI sudah bisa dipesan! Take it All only 200k!!