Larung
Melarung sunyi di gelap malam
Kembali memungut kata-kata
Mencium aroma pohon-pohon basah
Terkena embun kabut di kala malam
Kata-kata itu berubah menjadi bisik
Bisik perlahan berubah menjadi sunyi
Tempat kejernihan bermuara
Letakku memikirkan pertanyaan kehidupan
Sementara suara jangkrik ikut mengerik
Di samping siara mesin otak yang kian menderu
Berubah, aku mendengar suara dengung
Ia menusuk-nusuk telingaku
Meminta untuk dimengerti
Bukan hanya sekedar didengar
Itu adalah kejujuran hati nurani
Tempat dirimu kelak akan mendengarkan suara itu
Keluh kesahmu akan dilarung bersama sunyi
Pandangan kabur indah kembali
Kembali memungut kata-kata
Mencium aroma pohon-pohon basah
Terkena embun kabut di kala malam
Kata-kata itu berubah menjadi bisik
Bisik perlahan berubah menjadi sunyi
Tempat kejernihan bermuara
Letakku memikirkan pertanyaan kehidupan
Sementara suara jangkrik ikut mengerik
Di samping siara mesin otak yang kian menderu
Berubah, aku mendengar suara dengung
Ia menusuk-nusuk telingaku
Meminta untuk dimengerti
Bukan hanya sekedar didengar
Itu adalah kejujuran hati nurani
Tempat dirimu kelak akan mendengarkan suara itu
Keluh kesahmu akan dilarung bersama sunyi
Pandangan kabur indah kembali
Komentar
Posting Komentar