Merah Malam Kota Memerah

Di malam ini
Apakah kau dengar suara itu?
Suara yang kembali hadir
Ingatkah kembali akan arti sebuah perjuangan

Malam ini langit sejenak memerah
Kucur darah dan deru peluru penuhi kota Surabaya
Dentum ledak, pekat asap, semua terbakar
Mengalir mereka bermuara pada kemerdekaan

Hal-hal ini terjadi
Bukan sekedar karangan fiksi
Kini kita hanya tinggal renungi
Apa yang telah kita lalui di kemerdekaan ini

Tanah ini memerah
Darah meresap ke sela-selanya
Bau anyir penuhi seluruh kota
Keringat menetes bersama air mata

Kita sudah merdeka, bung!
Walau masih banyak orang yang lapar
Walau masih banyak orang yang tergusur dan dirampas
Walau masih banyak kewajiban dan hak yang dikhianati

Kita sudah merdeka, bung!
Walau belum seratus persen
Banyak hutang darah yang mesti dibayar
Banyak korban yanh harus dilunasi

Kita mesti beranjak
Turun dari kasur-kasur
Berdiri dari kursi-kursi
Bergerak dari diam dan kosong
Mengisi hari dengan karya
Tuk sadarkan
Tuk hidupkan
Tuk banggakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Parade Kematian 2021

Duel Pecel Tumpang vs Pecel Lele! Fafifest Gemparkan Permusikan Kediri

Merchant PERTANIAN HARI INI sudah bisa dipesan! Take it All only 200k!!