Melarung sunyi di gelap malam Kembali memungut kata-kata Mencium aroma pohon-pohon basah Terkena embun kabut di kala malam Kata-kata itu berubah menjadi bisik Bisik perlahan berubah menjadi sunyi Tempat kejernihan bermuara Letakku memikirkan pertanyaan kehidupan Sementara suara jangkrik ikut mengerik Di samping siara mesin otak yang kian menderu Berubah, aku mendengar suara dengung Ia menusuk-nusuk telingaku Meminta untuk dimengerti Bukan hanya sekedar didengar Itu adalah kejujuran hati nurani Tempat dirimu kelak akan mendengarkan suara itu Keluh kesahmu akan dilarung bersama sunyi Pandangan kabur indah kembali
Komentar
Posting Komentar