Mempertanyakan Kesadaran



Kesadaran bersandar pada tembok-tembok kenyataan. Menemui betapa fiksinya realita, menjadikan segalanya menjadi samar. Sementara gairah bersembunyi dari gemerlap keramaian.

Aku duduk bersandar, menikmati suasana nan asri di bawah rindangnya pohon trembesi. Tapi, kesadaranku sedang melayang saat ini. Karena harmoni pembicaraan orang-orang yang baru kutemui rimanya. Dari rima itu kusadari bahwa manusia mesti banyak berbohong. Menciptakan nyanyian dari kebohongan. Kepalsuan. Menjadi udara yang menguap, sebagian mengendap dan menyergap paru-paru orang yang tak berdaya. Kesadaranku semakin tinggi. Kudengar lantunan musik dari sebuah handphone mas-mas di samping tongkrongan. Dan bualan ini belum benar dan mungkin benar-benar palsu.

Terlihat awan berarak, terlihat dari sela-sela ranting. Terbawa angin. Seperti omongan-omongan diatas mimbar yang membicarakan keadilan dan kedamaian . Sementara oligarki berlenggang dan nepotisme buta merajalela. Tentu saja, korupsi menjadi budaya di negara berkembang. Ah, sudahlah. Kehidupan dipenuhi omong kosong yang memabukan. Kesadaranku semakin melayang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Parade Kematian 2021

Duel Pecel Tumpang vs Pecel Lele! Fafifest Gemparkan Permusikan Kediri

Merchant PERTANIAN HARI INI sudah bisa dipesan! Take it All only 200k!!