Siang yang Gelap
Aku berdiri di bawah mega mendung
Menyisiri angin yang sejuk
Membawa teror bagi mereka yang enggan
Untuk merasakan sejuk air hujan
Dingin..
Tapi menyadarkan
Bahkan saat terik
Masih berikan kehangatan
Tidak menyengat
Dan hujan tak membuat getir ragaku
Karena yang berjalan disini bukan hanya raga
Tapi jiwa yang menganga
Syukur pujian tiada henti
Karena dalam kegelapan
Tiada yang bisa dikenali
Hanya secerca lentera
Tidak menyilaukan
Hanya sekedar berpendar
Sendiri di dalam gelap
Hanya ada bisik yang bising
Meraung terus menguji kesadaran
Hingga akhirnya akan kutemui cahaya
Yang menerangi di sisa umur jiwa
Melayang lah ia pada suatu wadah
Di pelukan Tuhan
Menyisiri angin yang sejuk
Membawa teror bagi mereka yang enggan
Untuk merasakan sejuk air hujan
Dingin..
Tapi menyadarkan
Bahkan saat terik
Masih berikan kehangatan
Tidak menyengat
Dan hujan tak membuat getir ragaku
Karena yang berjalan disini bukan hanya raga
Tapi jiwa yang menganga
Syukur pujian tiada henti
Karena dalam kegelapan
Tiada yang bisa dikenali
Hanya secerca lentera
Tidak menyilaukan
Hanya sekedar berpendar
Sendiri di dalam gelap
Hanya ada bisik yang bising
Meraung terus menguji kesadaran
Hingga akhirnya akan kutemui cahaya
Yang menerangi di sisa umur jiwa
Melayang lah ia pada suatu wadah
Di pelukan Tuhan
Komentar
Posting Komentar