Kopi yang Menjadi Dingin dan Memprediksi Pelaku Pembunuhan
Bagiku, kopi yang diseduh bukan perkara rasa atau aroma lagi. Ini perkara pengalaman. Karena dalam pengalaman terangkum semuanya. Bagaimana menikmati kopi itu hal yang subjektif dan bersifat kualitatif. Kau tau kopi yang paling enak? Yaitu kopi yang diseduh dengan senyum bahagia penanamnya. Iya, petani. Bukan dengan air mata karena pajak yang mencekiknya.
Di waktu yang lain, ada orang payuh baya menjelaskan tentang kopi. Tapi kali ini bukan perkara rasa, aroma atau pengalaman. Ia menjelaskan tentang waktu dimana menunggu kopi yang ia seduh menjadi dingin. Sebuah rumus kemudian menjadi pembahasan melalui simbol serta uraian yang sistematis. Kupikir ia bukanlah orang sembarangan. Mungkin ia pejalan yang dengan khidmat melalui kehidupan.
Kopi yang semula panas menjadi dingin itu disebabkan faktor lingkungan. Lambat laun aku mengkorelasikannya sebagai upaya penemuan pelaku pembunuhan. Apakah engkau menangkapnya? Tubuh si korban yang semula panas perlahan menjadi dingin. Suhu tubuh yang terbentuk antara korelasi antara lingkungan dan waktu. Coba perhatikan, dikala suhu lingkungan dianggap normal dan suhu tubuh korban belum menemui titik dingin maka dapat diperkirakan bahwa pelaku pembunuhan belum jauh dari sini. Ini belum dikaitkan dengan pembunuhan menggunakan racun seperti sianida atau arsenik. Ya, dua macam racun yang sering digunakan sebagai upaya pembunuhan. Jika indikasi pembunuhan menggunakan racun , dapat faktor tambahan berupa reaksi dari racun tersebut. Terdapat dua model racun, seperti halnya pestisida yang meracuni hama. Yakni racun dengan mode respon lambat dan respon cepat.
Mulai dari kopi yang mulai dingin hingga memprediksi pelaku pembunuhan. Sejatinya segala solusi telah diberikan pada kehidupan sehari-hari. Tinggal seberapa peka manusia peka terhadap pesan tersirat yang diberikan semesta. Semoga kita dididik bukan sebagai pembaca yang kaku. Melainkan dapat meleburkan segala permasalahan dengan cermat sebagai bekal di kehidupan yang semakin kalut.
Komentar
Posting Komentar